Melayani Tuhan Dengan Sungguh-sungguh

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Yes 53:5

Syalom saudaraku, Setiap orang percaya memiliki tanggung jawab untuk melayani Tuhan, kita harus menyadari bahwa hidup sama seperti Kristus itu adalah hidup untuk melayani. Sebab hidup seperti itulah yang ditunjukan oleh Tuhan Yesus selama Ia berada di dunia ini. Yesus memberikan teladan kepada mereka yang melayani dengan merendahkan diri sesungguhnya dan memiliki hati yang besar dan layak ditiru. Oleh sebab itu jika kita ada didalam Dia, berarti kita harus menunjukan cara hidup yang sama seperti Kristus. Berbicara tentang pelayanan tentunya Kata 'pelayanan' tidaklah asing kita dengar karena ini adalah bagian dari rutinitas keseharian kita, tidak hanya melayani di gereja dimana kita berjemaat, maupun di luar gereja. Sering kali kita  melangkah keluar lebih jauh dalam upaya menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan, baik didaerah-daerah. Pertanyaannya : ”Apa yang menjadi motivasi kita sehingga kita rela berjerih lelah untuk pekerjaan Tuhan?”. Oleh sebab itu hendaklah motifasi kita dalam melayani Tuhan haruslah kita bangun diatas motivasi yang benar 1 Tesalonika 2:4. Berkata ”.... karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita”. Bacaan diatas memberikan kita gambarab tentang sikap seorang hamba yang baik, ketulusan Dia melayani kita umat manusia dengan kesempurnaan dia mengorbankan nyawanya bagi kita, dia rela menanggung peederitaan demi meneyelamatkan umat manusia dari murka Tuhan. Mengapa kita harus melayani Tuhan dengan Sungguh-sungguh?

1.      Tuhan adalah penyembuh kita kel 15:26
Dia telah mealkukannya lebih dulu terhadap kita oleh sebabnya sebagai hamba yang baik hendaklah kita melayani dia dengan segenap hati, dia telah mengangkat penderitaan kita lewat kematiannya Dia telah meremukkan segala kejahatan kita sehingga kita terbebas dari segala mara bahaya ayat 5a berkata “Dia diremukan oleh karena kejahatan kita” Dia mengambil langkah untuk sengsara menanggung segala kelemahan daging yang kita miliki, mengalahkan sakit-penyakit, kutukan, sumpah serapah dll.  Kel 15:26 berkata: “Firman-Nya: jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya  dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah kutipkan kepada orang mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau” saya menggaris bawahi kata tidak akan menimpakan, kata menimpakan sendiri memiliki arti bahwa Dia (Tuhan) tidak akan menjatuhkan penyakit manapun supaya menimpa kepada mereka yang dengan benar-benar berpegang kepada perintah dan kehendak Tuhan, Yes 53:5 bahkan Dia menimpakan kepada kita bilur-bilurnya untuk membuat kita menjadi sembuh, oleh sebab itu Paulus menasihatkan kita dalam Ibrani 3: 8 bahwa “janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeramanpada waktu pencobaan di padang gurun” Paulus hendak mengingatkan kita tentang kejadian yang terjadi pada masa lampau dimana nenek moyang Israel ketika tegar tengkuk walaupun apapun yang mereka inginkan tercapai. Sebagai orang percaya kita harus bertolak dari segala perbuatan-perbuatan yang jahat, dan menghindari segala kelemahan daging kita agar kita dapat mengerti maksud dan rencana Tuhan dalam hidup kita.

2.      Pembuktian lewat pelayanan penyembuhan Yesus Mat 8:14-17
Yesus membuktikan kuasa penyembuhan atas sakit penyakit yang mengikat tubuh manusia dalam Mat 8:14-17, “Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Untuk mengalami kuasa Tuhan yang menyembuhkan, maka setiap kita harus memiliki relasi yang istimewa dengan Tuhan, pada sisi lain, kita juga harus menyiapkan waktu spesial untuk menikmati persekutuan yang kuat dengan Tuhan. kita juga harus memiliki kehidupan doa yang menyentuh hatinya Tuhan. Berdoa dengan kesungguhan hati dan beriman kepada Tuhan menjadi point penting untuk dilakukan. kita harus memiliki kata-kata iman. Perkataan yang membangkitkan iman dalam situasi yang sulit sekalipun ataupun penderitaan yang hebat dalam hidup kita kuasa Tuhan dapat berkuasa atas kita. 1 Pet 2:24 berkata “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh”. Beban yang dipikul oleh Dia pada saat menuju bukit tengkorak adalah dosa umat manusia yang ditanggung oleh-Nya terhadap cinta kasih-Nya kepada kita.

3.      Penyembuhan digereja (Mar 16:18; I Kor 12:9; Yak 5:14, 5)
Orang yang hidup untuk melayani tidak akan pernah hidup untuk kepentingan dirinya sendiri, melainkan hidup untuk kepentingan Kristus, segenap hidupnya akan diarahkan, bahkan di serahkan sepenuhnya kepada Dia untuk membanun hidup yang berguna dan berdampak bagi pelayanan Tuhan dan kepentingan banyak orang yang ada disekitarnya. Dengan cara hidup seperti ini maka orang dapat melihat cara hidup Kristus nyata didalam kita, dan bukan saja melihat tetapi bagi mereka yang belum percaya kepada Kristus akan menjadi percaya. Inilah yang menjadi tugas pelayanan dari setiap orang percaya. Untuk terus tunjukan kepada dunia betapa berkuasanya Tuhan itu agar orang lain bisa percaya kepada Kristus setelah melihat cara hidup kita? karena sebagai orang yang percaya kepada Kristus kita tidak lagi tinggal di dalam kegelapan, melainkan telah hidup dalam persekutuan dengan Dia, dan itu artinya kita telah tinggal di dalam terang, dan orang yang hidup didalam terang akan selalu melakukan kebenaran. Hidup untuk melakukan kebenaran Tuhan dan kebenaran itu menyelamatkan kita.Gereja hanyalah wadah Tuhan untuk menyalurkan kuasa Tuhan oleh sebab itu gereja tidak prlu sombong, gereja tidak perlu angkuh dalam melayani Tuhan, hendaklah gereja berdiri teguh diatas vdasar firman Allah dan melayani umat dengan sepenuh hati tanpa harus memilah-milah yang kaya, miskin dan sebagainya jangan sampai kita melayani Tuhan hanya untuk menyenangkan manusia, sehingga kita selalu bermulut manis atau berkata yang muluk-muluk. Gereja sendiri harus bertumbuh, dan hendaklah kita saling memperhatikan, supaya kita dapat saling memberi dorongan untuk mengasihi sesama dan melakukan hal-hal yang baik. Hendaklah kita tetap berkumpul bersama-sama, dan janganlah lalai seperti orang lain. Kita justru harus lebih setia saling menguatkan, sebab kita tahu bahwa tidak lama lagi Tuhan akan datang. ”(BIS-Ibrani 10:24-25). Pertumbuhan rohani yang sejati, tidak boleh hanya dipahami secara personal (individual), seolah-olah itu hanya urusan antara “saya dengan Tuhan”, tetapi pertumbuhan rohani yang sejati juga harus dipahami secara komunal, yaitu melibatkan tubuh Kristus dalam komunitas orang percaya, dan bentuk pemulihan tubuh kristus.

Kesimpulan
Jadi melayani merupakan suatu kewajiban kita untuk membuktikan kecintaan kita terhadap Tuhan, yaitu melayani Tuhan dan sesama dengan karunia yang kita miliki adalah baik, tetapi akan lebih baik lagi jika kita memiliki hati seorang hamba dalam melayani. Hati yang melayani dengan kesungguhan untuk memberi yang terbaik dan ketulusan untuk mengutamakan orang lain. Kita semua dipanggil untuk melayani bukan untuk dilayani, serta memiliki hati yang senantiasa menyembah dan mengerjakan apa yang menjadi kehendak-Nya. Datanglah pada Tuhan dengan hati bersyukur dan layanilah Ia dengan kerendahan hati, berikanlah yang terbaik bagi Dia karena Dia telah lebih dulu melakukannya bagi kita. Dengan kecintaan Dia kepada kita maka Dia tidak perduli dengan rasa sakit yang dia derita demi keselamatan yang Dia timpakan bagi kita, bilur-bilurnya sembuhkan kita dari sakit penyakit. God Blees.

Komentar

Postingan Populer