Kelemahan Tubuh Jasmani


Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan
Yoh 10:10

Tubuh manusia memiliki kelemahan yang sangat besar karena dapat merasakan sakit, lapar, marah, menangis dan sebagainya, kelemahan inilah yang membuat kita terkadang tidak merasa puas dengan kehidupan yang kita miliki, dan bukti ketidak puasan itu ialah kita memfokuskan diri dalam pemenuhan kebutuhan kita secara jasmaniah seperti makan, minum, pakai, tempat tinggal, pekerjaan dll. Dulu ketika Adam dan Hawa sebelum jatuh kedalam dosa, mereka hidup dalam kepuasan karena mereka tidak perlu bekerja, tidak perlu berbuat dosa, mereka dapat menikmati kehidupan yang sangat baik ketika mereka bersama-sama dengan Allah. Namun keadaan berbalik 180 derajat ketika mereka tertipu dan jatuh kedalam dosa, disinilah mereka mengetahui kelemahan dari tubuh yang mereka miliki karena laki-laki harus bekerja keras, perempuan harus mengandung dan bersalin dengan susah payah, namun mereka tidak dapat menghindari hal itu karena mereka telah terlanjur jatuh kedalam dosa.
 Kelemahan yang sama sampai saat ini kita miliki karena kita memiliki tubuh yang sama, ketika Adam harus bekerja keras maka kitapun sama, ketika Hawa harus mengandung dan dengan susah payah dia akan bersalin maka kitapun sama, semakin kita berusaha untuk melawan takdir kita maka kita semakin tersiksa dan jalan terbaik bagi kita ialah kita berusaha untuk menikmati kehidupan yang kita miliki, dan terus bersandar kepada Tuhan, semaksimal mungkin kita harus berbalik kepada Tuhan agar kita memperoleh kasih karunia dari Tuhan untuk kehidupan yang kekal, karena tanpa kehidupan kekal maka kita akan binas. Kehidupan yang kekal yaitu bersama-sama dengan Tuhan merupakan kerinduan setiap orang percaya mereka membangun kehidupan mereka dengan serius dan benar-benar melakukan kebenaran firman Tuhan, melakukan apa yang benar dimata Tuhan agar memperoleh kasih karunia. Setelah mendapatkan kasih karunia lalu apa yang kita perbuat? Terkadang kita menjadi orang yang cengeng dengan kata lain tidak dewasa didalam Tuhan, mungkin kita kelihatan dewasa didepan orang lain tapi nkita cenderung kekanak-kanakan dihadapan Tuhan.  Rasa kekanan-kanakan ini membuat kita menghidupkan kelemahan kita, setiap orang yang serius, dewasa didalam Tuhan selalu menguburkan segala kelemahan dagingnya karena ada kekuatan Tuhan yang menyelimuti dia sehingga dia tidak kuatir apapun yang akan terjadi, ketika kita jadikan Tuhan yang dominan dalam kehidupan kita maka kita akan menjadi orang yang dewasa didalam Tuhan tetapi ketika kita membiarkan kelemahan kita maka yang terjadi ialah:

1.      Penyakit dan kematian
Kita dapat merasakan kelemahan kita sendiri seperti merasa sakit, lapar, dan sebagainya  bahkan sampai kepada kematian seseorang, dari mana dia berasal (Kej 3:1-3; 13-19; Rm 5:13). Selain daripada itu seperti yang telah saya sampaikan diatas bahwa kelemahan manusia menjadi maslah terbersar yang kita hadapi, ketika kita mau sungguh-sungguh dihadapan Tuhan maka apapun yang kita alami tetap kita menmandang Tuhan, masalah tidak mengalihkan perhatian kita tetapi justru maslah membuat kita lebih dekat kepada Tuhan, beda dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, mereka cenderung melakukan sesuatu seturut kehendak mereka sendiri, pada waktu mereka senang maka mereka mengandalkan Tuhan tetapi pada saat masalah datang mereka dengan mudah meninggalkan Tuhan, atau justrus sebalik pada saat mereka susah mereka mencari Tuhan tetapi pada saat mereka senang mereka meninggalkan Tuhan. Itu sebabnya tuhan mengijikan segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita agar kita mau belajar untuk setia kepada Tuhan, segala pencobaan yang kita alami Tuhan memeberikan kita kekuatan sehingga kita dapat menang atas pencobaan itu walaupun maut sekalipun kita sanggup menghadapinya dengan kekuatan Tuhan. Jangan pernah kita bergantung kepada hal yang sia-sia tetapi bersandar kepada Tuhan yang merupakan sumber kekuatan, apa yang telah kita dapatkan akibat dosa dapat kita kalahkan dengan kuasa Tuhan. Semenjak kita kalah atas rayuan iblis maka sakit penyakitpun menghampiri kita bahkan kematianpun terjadi atas kita kita, baik kematian secara jasmani maupun kematian secara rohani untuk itu kita perlu Tuhan agar kita menang atas penyakit dan kematian jasmaniah kita bersama-sama dengan Dia dalam kerajaan Yang kekal.

2.      Masa penantian (Rm 8:18-23)
Masa penantian merupakan masa dimana pemulihan terjadi atas kita yang akan mengalahkan kelemahan jasmaniah kita, yaitu mennantikan Tuhan dalam kemualiaannya, yang dapat memberikan kita damai sejahtera, sukacita, dll. Roma 8:18-23 “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makluk telah ditaklukan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendak sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang melakukannya, tetapi dalam pengharapan, karena makluk itu sendiri juga akan dimerdekankan dari perbudakan kebinasaan dan masuk kedalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan Tubuh kita” jadi masa penantian adalah masa yang yang dinanti-natikan oleh seluruh makluk agar erlepas dari kelemahan daging yang terus mengikat kita, sehinnga dengan menantikan kedatangan Tuhan maka kita harus benar-benar mempersiapkan diri kita agar tetap sempurnah di dalam Dia yang sempurnah.

3.      Kemenangan akhir
Akhir dari penantian yang panjang adalah kemenangan yang kekal didalam Tuhan, Yoh 10:10, “pencuri datang untuk mencuri dan membinasakan; Aku datang supaya, mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” ketika iblis mencuri kemuliaan itu daripada kita maka Tuhan datang untuk mengembalikan apa yang menjadi milik kita melalui anaknya yang tunggal yaitu Yesus Kristus sehingga kita dapat berkata “I Yoh 3:1-3, “Lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Semua orang yang menaruh harapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.” Bahkan setiap orang yang melakukan dosa ia melanggar hukum Allah karena dosa adalah hukum Allah maka kita harus benar-benar mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh didalam Tuhan dan menikamati kemenangan yang besar didalam Tuhan Yesus Kristus, dulu kita adalah berdosa tetapi Yesus kristus telah menebus kita dan mengangkat kita dari lumpur dosa itu dan kita bukanlah lagi orang-orang yang berdosa karena kita telah meliki hak untuk menantang dosa itu, kita adalah, orang-orang bebas yang kebebasan kita terikat kepada Kristus sang pemberi kebebasan itu. Oleh sebab itu hendaklah kita tetap setiua dalam menantikan kedatangan Kristus dan bersama-sama dengan Dia menyongsong kemenangan akhir.

Kesimpulannya: Dosa telah merusak segala yang baik, hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhan terputus, hidup yang sempurnah digantikan dengan kesia-siaan, karena ada kesakitan, kesengsaraan, kematian semua kehidupan manusia menjadi kacau karena dosa. Keadaan atau sifat lemat yang meliputi mental, jiwa dan akal oleh sebab itu marilah kita hidup sungguh-sungguh didalam Tuhan, akhir zaman telah didepan mata maka sebagai orang percaya apa yang harus kita perbuat? God Blees


Komentar

Postingan Populer