Perbuatan yang baik dan benar
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia
Kolose 3:23
Segala tingkah-laku kita sebagai orang percaya ditentukan oleh seberapa besar percayanya kita terhadap Tuhan dan kepercayaannya sendiri, karena walau bagaimanapun tubuh kita lemah, roh memang penurut tapi daging lemah matius 26:41 "berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh kedalam pencobaan: roh memang penurut tetapi daging lemah", kelemahan daging membuat kita terkadang lalai dalam melakukan kebenaran firman Tuhan, karena pada saat-saat tertentu daging kita akan jauh lebih kuat dari roh kota, begitu juga sebaliknya dan kecenderungan hati kita lebih terarah kepada apa yang dikatakan dosa. Dosa yang melekat pada manusia dan telah mendara daging sehingga sangat sulit untuk dilepaskan, ketika kita ingin melepaskannya seolah-olah dia akan merenggut nyawa kita karena dosa itu telah menjalar kesemua sendi-sendi tubuh kita sehingga sangatlah sulit untuk dilepaskan. ketika dia telah mendarah daging itu akan membuat kita sulit untuk hanya fokus kepada Tuhan, perlu kita sadari bahwa itu merupakan tantangan terbesar bagi mereka yang mau sungguh-sungguh di dalam Tuhan dan itu butuh perjuangan yang sangat berat. Tuhan inginkan agar kita sempurnah di dalam dia, itulah kekuatan yang kita miliki, tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa, Tuhan inginkan agar kita membiarkan Tuhan untuk melakukan banyak hal dalam kehidupan kita asalkan kita mau menyerahkan seluruh hidup kita kepadanya dan mau percaya dengan sungguh-sungguh kepadanya, melakukan perbuatan baik dan benar sangatlah sulit karena tidak semua perbuatan baik yang kita lakukan adalah benar tetapi justru sebaliknya tentunya bahwa segala yang benar dari Tuhan adalah baik itu sebabnya Yesus berusaha agar kita menjadi mengerti tentang apa yang kita lakukan, kita banyak menghabiskan eneri kita untuk mewujudkan apa yang kita kehendaki, dengan segala macam cara sehingga dapat menimbulkan polemik dan mengakibatkan kegagalan.
1. Melakukan untuk diri sendiri dan untuk Tuhan
Terkadang kita terjebak ketika kita terfokus hanya kepada diri sendiri tanpa melibatkan Tuhan, padahal Tuhan telah menanti kita untuk melakukan hal-hal yang besar terhadap kita, namun kurangnya respon kita terhadap kehadiran Tuhan itu akan menjadi masalah dan menghambat pekerjaan Tuhan didalam kita. Perjanjian Lama mengajarkan agar segala sesuatu yang terbaik diberikan kepada Tuhan namun perjanjian Baru mengajarkan bahwa ketika kita melakukan sesuatu yang terbaik untuk kita maka itu juga berlaku untuk Tuhan, karena apa yang diikat dibumi terikat juga di sorga sehingga segala sesuatu yang kita perbuat dibumi harus sepadan dengan apa yang dikehendaki Tuhan, yang berkenan dihadapan Tuhan
2. Melakukan dengan segenap hati
Melakukan dengan segenap hati sama saja dengan melakukan secara serius, sungguh-sungguh, teliti dan sebagainya seorang yang pandai memasak akan berusaha melakukan segala yang terbaik dari apa yang dia ketahui, segala rasa perhatian dia curahkan pada saat dia mengolah bahan mentah menjadi suatu masakan yang enak, kenapa dia berusaha melakukan yang terbaik? Karena dia tahu jika masakan tidak enak maka mungkin saja keahliannya tidak diakui, jadi mencurahkan semua yang terbaik yang dia miliki agar membuktikan kepada orang lain bahwa dia bisa melakukannya. Hal yang sama ketika kita dihadapan Tuhan, keseriusan kita dalam membangun hubungan dengan Tuhan terikat kepada seluruh kehidupan kita, Hari-hari kita segala sesuatu yang kita perbuat jika kita mencurahkan kasih sayang kita terhadap semua yang kita perbuat maka tanpa sadar itu sangatlah mulia, mungkin saja kita dianggap gagal bagi orang lain karena tetapi asalkan kita melakukan sebikmungkin, sebisa mungkin maka itulah yang dikehendaki oleh Tuhan untuk melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati dan sebenarnya Tuhan tau tidak akan ada kegagalan jika kita melakukan sesuatu dengan benar, itu merupakan kuncinya keberhasilan dapat kita miliki jika kita serius dalam melakukan sesuatu karena segala jerihpaya tidak akan sia-sia namun selalu membuahkan hasil yang baik.
3. Fokus kepada Tuhan
Tujuan utama kita dalam memperoleh keberhasilan adalah kita fokus kepada apa yang kita lakukan karena apa yang ingin dia capai merupakan motifasi baginya sungguh-sungguh dan melakukan yang inilah yang akan menjadi dasar bagi seseorang untikemusatkan seluruh perhatiannya demi apa yang dia capai nanti, ketika kita memandang Tuhan pada saat kita melakukan sesuatu tentunya kita akan berharap akan maksimal apa yang kita buat karena Tuhan tidak pernah menerima sesuatu yang setengah-setengah, harus sempurnah, ulangan 6:5 berkata "kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu", berulang kali kata segenap disebutkan artinya harus sungguh-sungguh tidak boleh meleset harus tepat sasaran, tidak boleh lecet atau gagal, ulangan 6:5 menjadi standar apa yang kita perbuat bagi Tuhan ketika kita gagal maka kita akan kehilangan kasih karunia itu, walaupun perjanjian Baru memberikan kita banyak sekali kelonggaran namun bukan berarti kita harus lalai dalam mempersiapkan sesuatu untuk kemuliaan Tuhan.
Jadi perbuatan baik dan benar ialah melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati, dengan sungguh-sungguh, melakukan segala yang terbaik seperti untuk diri sendiri maupun Tuhan dengan mencurahkan segala yang terbaik dari kita dengan segenap hati dan tetap fokus kepada apa yang kita kerjakan agar apa yang kita kerjakan tidak menjadi sia-sia. Tetaplah melakukan apa yang engkau pandang baik serta berusahalah untuk tetap setia didalam Tuhan!!! God Blees
Komentar
Posting Komentar