Orang yang berbahagia dihadapan Tuhan
Bernahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidupnya menurut taurat Tuhan. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati
Mazmur 119:1&2
berbahagia adalah kata yang cukup populer dan sering kita dengar dimana-mana, namun bahagia tidak sebatas apa yang kita dengar atau apa yang kita katakan kepada orang lain bahwasanya suatu ungkapan bahagia seringkali kita sampaikan kepada orang lain sebagai suatu ekspresi kita terhadap apa yang kita rasakan atau alami, mungkin saja karena kita naik jabatan, mendapat pekerjaan, berhasil dalam lomba atau pada saat kita dipromosikan dan masih banyak lagi bentuk kebahagiaan yang lain. kita lebih fokus pada apa yang kita lihat dan dengar, menurut KBBI bahagia adalah suatu keadaan atau perasaan senang dan tentram atau dengan kata lain (bebas dari segala yang menyusahkan) makna yang lain beruntung atau berbahagia. nah kata berbahagia sendiri memiliki arti yang sama karena dia merujuk kepada kata bahagia itu sendiri namun lebih cendung kepada sikap kita atau ekspresi kita dalam menyikapi bahagia itu. kalau bahagia ialah apa yang kita rasakan dan hanya sekedar merasakan, kata berbahagia menurut KBBI yaitu dalam keadaan bahagia dan menikmati bahagia itu. Jadi secara arti kata, makna bahagia dan berbahagia telah berbeda, bahagia adalah apa yang kita rasakan dan kita pendam, biasanya ketika kita pendam kebahagiaan kita maka akan terbancar lewat ekpresi secara tidak langsung lewat mimik wajah, cara berbicara dll namun berbahagia lebih cenderung kepada sikap kita, atau respon kita terhadap sesuatu yang kita alami, kita mengalami, merasakan, atau mengecap secara langsung, orang yang bahagia cenderung menikmati kebahagiaannya sendiri tanpa melibatkan orang lain dalam kebahagiaan yang mereka miliki namun orang yang berbahagia lebih suka berbagi sebagai bentuk ucapan syukur terhadap apa yang dia miliki. terlepas dari itu, kebahagiaan merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendasar bagi semua orang, siapa saja berhak mendapatkan atau merasakan kebahagiaan itu, baik orang percaya (mereka yang telah bertobat) maupun orang yang belum percaya (mereka yang belum bertobat).
Alkitab banyak berbicara tentang kebahagian dalam konteks yang berbeda-beda itu sebanya ketika kita berbicara tentang kebahagiaan maka perlu kita melihat konteks ungkapan itu disampaikan agar kita jangan salah dalam menelaah kebenaran itu. menurut kebenaran firman Tuhan dalam mazmur 119 ini, kebahagian bukan sekedar apa yang kita rasakan tetapi lebih cenderung kepada sikap kita dalam mengekspresikan kebahagiaan itu atau dengan kata lain kalau kita bahagia apa yang harus kita lakukan? jadi Tuhan menhendaki agar kebahagiaan kita dirasakan oleh orang lain juga, jangan kita pendam sendiri. Telah saya katakan diatas bahwa mereka yang merasa bahagia cenderung menikmati kebahagiaan mereka sendiri tanpa melibatkan orang lain namun Tuhan menginginkan hal yang berbeda yaitu membagikan kebahagiaan kita kepada orang lain. Tuhan menginginkan kita agar kita menjadi cermin bagi orang lain, kita menjadi surat yang terbuka bagi orang lain, kita menjadi berkat bagi orang lain, menjadi contoh dan teladan bagi orang lain, dan hal ini bisa terwujud jika kita mau saling berbagi kebahagian kita. ketika kita memahami maksud Tuhan dan cenderung berbagi kebahagian kita dengan orang lain maka firman Tuhan katakan kita tergolong dalam lingkaran orang-orang yang berbahagia, mereka yang berbahagia bukanlah mereka yang merasakan bahagia dalam hidup mereka, ketika mereka memiliki kebahagiaan dan tidak berbagi kebahagiaan mereka kepada orang lain maka mereka sendiri sedang menunjukan bahwa mereka tidak bahagia, karena firman Tuhan menginginkan agar kebahagiaan yang kita miliki dapat dirasakan oleh orang lain sesuai dengan konteks mazmur 119:1-8. Pertanyaannya siapa sajakah orang-orang yang dikatakan berbahagia itu?
- Orang yang tidak bercela
orang-orang yang berbahagia adalah mereka yang hidupnya tidak bercela tidak bercela, yang dimaksud dengan mereka yang tidak bercela diatas ialah mereka yang tidak melakukan kejahatan dalam ayat 3a, jadi mereka yang tidak bercela ialah mereka yang tidak melakukan kejahatan dan mereka adalah orang-orang yang baik. tidak melakukan kejahatan artinya tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang jahat seperti korupsi, merampok, mencuri atau melakukan hal-hal yang melanggar hukum, dan tidak melakukan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku dalam suatu masyarakat. mereka selalu taat dan setia dan tidak bercacat atau tidak didapati perbuatan cela dalam hidup mereka, suatu gambaran dalam kitab ayub 1:1b firman Tuhan berkata "orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan" jadi ciri-ciri orang yang berbahagia adalah mereka yang takut akan Tuhan, alkitab menjawab bahwa orang yang takut akan Tuhan mereka akan menjauhi kejahatan, menjauhi artinya menhindar dari suatu perbuatan dosa, menhindar dari perbuatan cela, berbicara tentang perbuatan cela atau dosa banyak kita hanya berfokus terhadap perbuatan daging atau yang dapat dilihat secara kasad mata (secara kelihatan), dan ketika kita memperhatikan dan memperbaiki apa yang kelihatan maka hal itu akan mendorong pertumbuhan kita secara spiritual, karena hidup kita dikuasai oleh firman Allah sehingga kita diperbaharui di dalam Dia dan kita menjadi sempurnah oleh kekuatan Roh kudus itu sebanya kita didapati tidak bercela dan dikatan berbahagia.
- Orang hidup menurut taurat Tuhan
hidup menurut taurat Tuhan ialah mereka yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukan-Nya ayat 3b, apa itu taurat Tuhan? kata "taurat" berasal dari kata Ibrani yaitu Toh-rah yang artinya perintah, ajaran atau hukum yang tertuang dalam 5 kitab pertama yang sering kita sebut dengan pentateukh kata ini berasal dari kata Yunani yang artinya lima buku terjilid yang ditulis oleh musa, dan semua ajaran dari musa di sampaikan kepada bangsa Israel turun-temurun yang berisi hukum-hukum Tuhan kepada bangsa Israel sampai saat ini. namun yang dimaksudkan dngan kata Tor-rah juga ialah perintah dan ajaran dari orang Tua, orang-orang yang bijaksana atau ajaran dari Allah contoh seperti ajaran orang Tua Amsal 1:8 yang berbunyi "Hai anakku, dengarlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu", Amsal 3:1 "Hai anakku janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku", perintah dan ajaran orang-orang yang bijaksana seperti dalam Amsal 13:14 "Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut" perintah dan ajaran dari Allah Yesaya 2:3b "Mari, kita naik kegunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajarkan kita tentang jalan-jalan-Nya". namun perjanjian baru memberikan gambaran yang baru tentang taurat Tuhan dan lebih cenderung kepada gaya hidup kita, cara hidup kita dalam menikmati anugerah Tuhan itu, yaitu hidup dalam terang Tuhan, hidup dalam kebenaran Firman Tuhan, bahkan menjadi surat terbuka bagi dunia dan menjadi berkat bagi orang lain, bukan sekedar mengimani apa yang kita percayakan namun menghidupkan iman kita dalam keseharian kita agar iman kita menjadi hidup, agar kebenaran Tuhan menjadi hidup sehingga spiritualitas kitapun dibangkitkan didalam Tuhan.
- orang yang selalu memegang peringatan-peringatan Tuhan
mereka yang memegang peringatan-peringatan Tuhan ialah mereka yang selalu menyampaikan titah-titah Tuhan 4a. peringatan Tuhan berbicara tentang titah-titah Tuhan, peringatan Tuhan berbicara tentang perintah-perintah Tuhan, peringatan Tuhan berbicara tentang janji-janji Tuhan, peringatan Tuhan berbicara tentang penggenapan firman Tuhan kepada umat manusia. bukan sekedar memegang titah-titah Tuhan namun menyampaikannya kepada orang lain agar titah-titah Tuhan menjadi peringatan kepada orang lain, titah Tuhan menjadi hukum kepada orang lain, menjadi aturan hidup bagi orang lain, kita menjadi sarana Tuhan untuk menyalurkan, memberikan setiap kebenaran Tuhan kepada orang lain sebagai suatu bentuk sikap kita dalam menjalankan kewajiban kita untuk melakukan kehendak Tuhan.
- orang selalu mencari Tuhan dengan segenap hati
mereka yang selalu mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh adalah mereka yang selalu memegang titah-titah Tuhan dengan sungguh-sungguh pula, karena mereka didorong oleh keinginan hati untuk fokus kepada apa yang mereka tuju, dan orang seperti ini selalu setia melakukan peritah dan kehendak Tuhan. karena mereka tau apa yang harus mereka lakukan berdasarkan suara hati mereka kolose 3:23 "apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. " saya menggaris bawahi kata seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, berarti kita melakukan segala sesuatu harus dengan segenap hati, harus sungguh-sungguh, jangan dengan setengah-setengah, apapun itu karena itu sebuah keharusan, sebuah kewajiban kita sebagai orang percaya yang menaruh harapan kita, percaya kita kepada Tuhan. perbuatan itu kita lakukan secara terus-menerus dalam kehidupan kita, dalam setiap kehidupan yang kita jalani, apapun yang kita buat baik kepada sesama, kepada orang tua atau kepada diri kita sendiri, kita perbuat seolah-olah kita lakukan untuk Tuhan, berarti seluruh totalitas hidup kita kita berikan kepada Tuhan sebagai pemenuhan kewajiban kita kepada Tuhan maka ayat selajutnya katakan sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! yang diakhiri dengan seruan yang menghimbau kepada kita untuk selalu mengingat itu dimanapun kita berada maka kita tidak mendapat malu, apabila mengamat-amati segala perintah Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan dengan hati yang jujur, apabila kita belajar, karena belajar adalah sebuah proses yang panjang, banyak hal yang akan kita dapatkan pada saat kita belajar baik itu hal-hal yang baik maupun hal-hal yang buruk itu sebabnya kita harus berpegang pada ketetapan Tuhan. dalam matius 11:28 yesus mengajarkan kita agar belajar darinya, yang dimaksud berjar disana ialah bukan saja kita belajar ilmu pengetahuan manusia tetapi kita belajar mengetahui kehendak Allah namun mungkin hal itu berat bagi kita karena kita tidak punya kemampuan, karena kita ini terbatas maka Yesus mengajak kita agar belajarlah padaku kata Yesus belajar hidup, memaksakan hidup untuk melakukan kehendak Tuhan, belajar untuk melakukan kehendakan Kehendak Tuhan dengan cara memaksakan kehidupan kita untuk menerima tantangan dunia demi mendapatkan kehendak Allah.
jadi berbahagia didalam Tuhan ialah hidup yang dibangun diatas kebenaran Tuhan, walaupun resiko yang harus kita tanggung ialah kita akan kehilangan banyak hal, mungkin saja nyawa, jabatan, kedudukan dan sebaginya namun itulah tanggung jawab yang kita pikul pada saat kita mengikut Tuhan, jangn pernah merasa kecewa dengan apa yang kita alami tetapi percaya saja kepada Tuhan karena dia tau apa yang kita butuhkan, jadilah orang-orang yang berbahagia bukan hanya sebatas kebahagian yang sifatnyan sementara tetapi kejarlah kebahagiaan kekal, disana Dia Tuhan tidak pernah mengecewakanmu... God Blees
Komentar
Posting Komentar