Menantikan waktu Tuhan
Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.
1 korentus 4:5
Realita kehidupan memaksakan kita untuk melakukan sesuatu cenderung demi kepentingan kita sendiri. Hal ini tidaklah salah karena kita diberikan hikmat dari Allah untuk mengatur hidup kita, kita percaya bahwa ketika kita percaya kepada Allah maka Roh Allah ada atas kita yang membuat kita menjadi kuat dan berkuasa, namun perlu kita sadari bahwa apa yang kita miliki tetaplah terbatas, tidak ada yang sempurnah dalam dunia yang fana ini, segala sesuatu terbatas adanya, namun perlu kita syukuri bahwa karena campur tangan Tuhan atas hidup kita maka kita tetap bertahan dalam realitas hidup yang terkadang membuat kita tidak berdaya sehingga kita selalu mengambil Langkah-langkah secara sepihak tanpa harus melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang kita ambil. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, ketika kita mengambil keputusan tanpa melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang kita ambil maka itu merupakan kesalahan yang sangat besar, seharusnya dengan kita percaya maka kita harus bersandar sepenuhnya, apapun yang kita perbuat haruselibatkan Tuhan didalamnya, mengapa demikian? Karena daging kita lemah. Tanpa kehadiran Tuhan bagi kita maka kita akan perjuangkan sesuatu yang sia-sia karena kecenderungan kita adalah menyenangkan hati kita sendiri,l sehingga mungkin tanpa sadar kita menyakiti orang lain, tanpa sadar kita membuat orang lain terpukul dan kecewa. Padahal seharusnya kita menjadi berkat bagi orang lain, mengarahkan orang lain agar mereka mengenal Tuhan, kita menjadi saksi Tuhan kepada dunia agar penantian kita menjadi sempurnah didalam Dia yang mengutus kita ditengah dunia lewat pelayanan yang kita bangun diatas Dia, lalu bagai mana sikap kita dalam untuk menyempurnakan penantian kita didalam Tuhan?
1. Mempercayakan Tuhan
Kita harus mempercayakan Tuhan dengan segenap hati, apa itu mempercayakan? Mempercayakan ialah menyerahkan dengan sepenuh kepercayaan, supaya kita dijaga, diurus, dsb jadi kita mengamanatkan segala yang kita miliki kepada-Nya tanpa ragu-ragu, tanpa kebimbangan karena kita telah menyerahkan diri kita, kepercayaan kita sepenuhnya sepenuhnya didalam tangan Tuhan, itu sebabnya kita tidak perlu lagi kuatir, tidak perlu lagi stres, tidak perlu lagi frustasi karena sebagian besar masalah yang kita miliki Tuhan telah mengangkat beban kita dipundaknya. Namun jangan kita salah paham, apakah ketika Tuhan mengangkat beban kita dipundaknya ll beban kita hilang? Tidak juga maksud saya ialah ketika Tuhan mengangkat beban kita tidak serta-merta kita bebas tetapi kita diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk menang atas masalah kita, menang atas persoalan kita, kita tidak hanya fokus kepada masalah yang kita hadapi tetapi fokus kepada Tuhan seperti kuk yang dipasang dipundak kita dengan Yesus sehingga beban kita menjadi terbagi bahkan hilang ditanggung oleh Dia asalkan kita mau benar-benar mempercayakan diri kita kepadanya.
Kita harus mempercayakan Tuhan dengan segenap hati, apa itu mempercayakan? Mempercayakan ialah menyerahkan dengan sepenuh kepercayaan, supaya kita dijaga, diurus, dsb jadi kita mengamanatkan segala yang kita miliki kepada-Nya tanpa ragu-ragu, tanpa kebimbangan karena kita telah menyerahkan diri kita, kepercayaan kita sepenuhnya sepenuhnya didalam tangan Tuhan, itu sebabnya kita tidak perlu lagi kuatir, tidak perlu lagi stres, tidak perlu lagi frustasi karena sebagian besar masalah yang kita miliki Tuhan telah mengangkat beban kita dipundaknya. Namun jangan kita salah paham, apakah ketika Tuhan mengangkat beban kita dipundaknya ll beban kita hilang? Tidak juga maksud saya ialah ketika Tuhan mengangkat beban kita tidak serta-merta kita bebas tetapi kita diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk menang atas masalah kita, menang atas persoalan kita, kita tidak hanya fokus kepada masalah yang kita hadapi tetapi fokus kepada Tuhan seperti kuk yang dipasang dipundak kita dengan Yesus sehingga beban kita menjadi terbagi bahkan hilang ditanggung oleh Dia asalkan kita mau benar-benar mempercayakan diri kita kepadanya.
2. Tetap Sabar dan Menanti
Kemanusiaan kita terbatas namun kita bersyukur karena keterbatasan kita sebagai manusia maka Tuhan ada untuk menyempurnakan kita. Kita membutuhkan yang namanya kesabaran, atau dengan kata lain ketenangan hati dl menghadapi cobaan; sifat tenang (sabar): walaupun kita akan kehilangan sesuatu karena diperlakukan dengan tidak adil. Ini memang menyakitkan tetapi disini Tuhan mencobai kita bahwa seberapa kita mempercayai Tuhan, orang yang percaya dengan sungguh-sungguh akan bertahan dalam segala pencobaan, dalam segala keadaan baik itu susah maupun senang, sekeliling kita mengajarkan kita agar pada saat kita senang maka kita harus membutuhkan Tuhan, dan pada saat kita sudah maka kita harus meninggalkan Tuhan dengan alasan kesusahan kita akan diberikan atau di dapatkan dari dunia yang kita diami. Tetapi Tuhan mengajarkan kita agar dalam keadaan apapun Dia ada menyertai kita untuk itu tidak perlu kita ragu, jangan kuatir karena kekuatiran yang timbul dari pikiran kita akan menimbulkan permasalahan yang makin besar dan bertambah banyak, itulah sifat, karakter dari orang orang-orang yang tidak mengenal Tuhan secara pribadi, mungkin mereka hanya mengenal Tuhan dari kata orang tetapi tidak mengalami Tuhan didalam hidupnya karena karakter yang Tuhan miliki akan menyempurnakan iman kita di dalam dia sehingga kita menjadi benar-benar sempuna dalam segala hal sehingga hati kita tetap melekat kepada Dia dan menantikan Dia sampai kapanpun kita tetap setia.
Kemanusiaan kita terbatas namun kita bersyukur karena keterbatasan kita sebagai manusia maka Tuhan ada untuk menyempurnakan kita. Kita membutuhkan yang namanya kesabaran, atau dengan kata lain ketenangan hati dl menghadapi cobaan; sifat tenang (sabar): walaupun kita akan kehilangan sesuatu karena diperlakukan dengan tidak adil. Ini memang menyakitkan tetapi disini Tuhan mencobai kita bahwa seberapa kita mempercayai Tuhan, orang yang percaya dengan sungguh-sungguh akan bertahan dalam segala pencobaan, dalam segala keadaan baik itu susah maupun senang, sekeliling kita mengajarkan kita agar pada saat kita senang maka kita harus membutuhkan Tuhan, dan pada saat kita sudah maka kita harus meninggalkan Tuhan dengan alasan kesusahan kita akan diberikan atau di dapatkan dari dunia yang kita diami. Tetapi Tuhan mengajarkan kita agar dalam keadaan apapun Dia ada menyertai kita untuk itu tidak perlu kita ragu, jangan kuatir karena kekuatiran yang timbul dari pikiran kita akan menimbulkan permasalahan yang makin besar dan bertambah banyak, itulah sifat, karakter dari orang orang-orang yang tidak mengenal Tuhan secara pribadi, mungkin mereka hanya mengenal Tuhan dari kata orang tetapi tidak mengalami Tuhan didalam hidupnya karena karakter yang Tuhan miliki akan menyempurnakan iman kita di dalam dia sehingga kita menjadi benar-benar sempuna dalam segala hal sehingga hati kita tetap melekat kepada Dia dan menantikan Dia sampai kapanpun kita tetap setia.
3. Menikmati kebaikan Tuhan
Mencoba agar terus menikmati kebaikan Tuhan dalam hidup kita, terkadang kita tidak menikmati kebersamaan kita didalam Tuhan. Cerita tentang anak yang hilang menggambarkan sosok seorang kakak yang salah dalam menjalin hubungannya dengan ayahnya, karena harta yang merupakan miliknya ketika dia bersama-sama dengan ayahnya seharusnya dia menikmati tetapi justru dia merasa tertindas, dia merasa bahwa ada ketidak adilan dalam d hidupnya sehingga hal itu membuat dia protes terhadap ayahnya saat adiknya kembali, dia berkata masakan aku yang telah tinggal bersama-sama dengan ayah namun tidak pernah engkau mengijinkan aku untuk bersenang-senang dengan teman-temanku dalam menikmati kekayaanmu tetapi si dia yang telah mengambil hartamu dan pergi memborosnya, menghabiskannya setelah itu dia kembali namun engkau menyambutnya, dengan kata lain bahwa dia sendiri tidak menikmati hidupnya karena ketidak sadaran dia terhadap kasih sayang ayahnya, barulah dia sadar bahwa ayahnya penuh kasih ketika ayahnya menyambut adiknya didepan mata dengan sentuhan kasih yang sangat luar biasa besarnya, seperti itu Allah kita kepada kita, terkadang kita tidak menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita, kita acuh tak acuh tentang keberadaan kita dan tidak menikmati kebersamaan kita dengan Tuhan padahal Tuhan selalu menantikan kita untuk membuktikan kasihnya yang begitu besar kepada kita, segala yang terbaik darinya adalah milik kita oleh sebab itu terilah membangun diri kita didalam dia melakukan yang terbaik dalam hidup kita untuk menikmati segala kebaikan Tuhan.
Menanti bukanlah hal yang mudah, menantikan Tuhan bukanlah hal yang biasa dan gampang untuk kita lakukan, menanti membutuhkan waktu, pengorbanan tetapi menantikan Tuhan merupakan suatu bentuk ucapan syukur kita kepada Tuhan, biarkan waktu Tuhan menjadi nyata atas hidup kita karena apa yang tersembunyi akan dinyatakan, segala niat jahat akan diketahuinya untuk itu tetaplah mempercayakan Tuhan, tetap sabar dan setia serta menikmati lah kemurahan Tuhan sambil menantikan kedatanhan-Nya pada kali yang kedua!!!! God blees
Mencoba agar terus menikmati kebaikan Tuhan dalam hidup kita, terkadang kita tidak menikmati kebersamaan kita didalam Tuhan. Cerita tentang anak yang hilang menggambarkan sosok seorang kakak yang salah dalam menjalin hubungannya dengan ayahnya, karena harta yang merupakan miliknya ketika dia bersama-sama dengan ayahnya seharusnya dia menikmati tetapi justru dia merasa tertindas, dia merasa bahwa ada ketidak adilan dalam d hidupnya sehingga hal itu membuat dia protes terhadap ayahnya saat adiknya kembali, dia berkata masakan aku yang telah tinggal bersama-sama dengan ayah namun tidak pernah engkau mengijinkan aku untuk bersenang-senang dengan teman-temanku dalam menikmati kekayaanmu tetapi si dia yang telah mengambil hartamu dan pergi memborosnya, menghabiskannya setelah itu dia kembali namun engkau menyambutnya, dengan kata lain bahwa dia sendiri tidak menikmati hidupnya karena ketidak sadaran dia terhadap kasih sayang ayahnya, barulah dia sadar bahwa ayahnya penuh kasih ketika ayahnya menyambut adiknya didepan mata dengan sentuhan kasih yang sangat luar biasa besarnya, seperti itu Allah kita kepada kita, terkadang kita tidak menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita, kita acuh tak acuh tentang keberadaan kita dan tidak menikmati kebersamaan kita dengan Tuhan padahal Tuhan selalu menantikan kita untuk membuktikan kasihnya yang begitu besar kepada kita, segala yang terbaik darinya adalah milik kita oleh sebab itu terilah membangun diri kita didalam dia melakukan yang terbaik dalam hidup kita untuk menikmati segala kebaikan Tuhan.
Menanti bukanlah hal yang mudah, menantikan Tuhan bukanlah hal yang biasa dan gampang untuk kita lakukan, menanti membutuhkan waktu, pengorbanan tetapi menantikan Tuhan merupakan suatu bentuk ucapan syukur kita kepada Tuhan, biarkan waktu Tuhan menjadi nyata atas hidup kita karena apa yang tersembunyi akan dinyatakan, segala niat jahat akan diketahuinya untuk itu tetaplah mempercayakan Tuhan, tetap sabar dan setia serta menikmati lah kemurahan Tuhan sambil menantikan kedatanhan-Nya pada kali yang kedua!!!! God blees
Komentar
Posting Komentar